March 5, 2013

Mr. Right

"There's no way you can love without getting hurt. Love is pain."

I tweeted something like this at @jejesmarijes several days ago. It really strikes me hard and it got me thinking all night long. Does love really hurt? Is loving really a pain? Kalau cinta memang begitu menyakitkan, lantas kenapa orang masih mendamba-dambakannya?

Kemarin aku ngobrol banyak dengan seorang teman. Kami curhat-curhatan soal love story masing-masing. Aku yang (selalu) galau masalah ketidakpastian, dan dia yang galau karena cowok gebetannya bolak-balik ngasih tanda yang kayak lampu lalu-lintas rusak--sebentar merah, sebentar hijau, sebentar kuning, so unpredictable! Bisa dibilang kami berdua ini sama-sama tipe cewek yang too mellow dan hopelessly romantic. Kalau lagi nonton sinetron yang unyu-unyu gitu, bisa heboh lah kami berdua lewat BBM. "OMG JESS, ITU TADI SWEET BANGET YA!" "IYA IH! GILA MAU BANGET YA PUNYA COWOK KAYAK GITU!" Hahaha. Kira-kira begitulah percakapan kami pada umumnya. Selain itu, kami juga sama-sama tipe cewek yang rentan galau. Satu galau, satunya biasanya galau juga. Ya, seperti kemarin ini. Singkat cerita, setelah bercurhat ria panjang lebar, kami berdua sampai pada satu kesimpulan yang bisa menjawab pertanyaan utama di atas. 

If being in love hurts you, then it's not love.
If loving someone is a pain, then you're loving the wrong person.
Love is about finding the right one.

Terkadang mencintai (dan dicintai) memang bikin kita sakit hati. Giving part of our heart to other, letting him to take control of it, I can assure you it's not easy. You might fall some times, several times, many times. Mungkin kami hanya belum menemukan orang yang tepat :')

Xoxo, J.

No comments: