August 20, 2013

i'm lost

August 20, 2013

We never know where life brings us. One day I found myself applying for university, the next day I realized is my graduation day. Then, it was the first month of my jobless moments where I enjoyed very much. But, within a blink I entered the fourth month already, and people started to ask, "What the hell are you doing?! Go find yourself a fucking job!" So, entering a new stage of life, I started to work. I rearranged my life cycle by waking up at 6 and sleeping at 11. The next thing I know is now I've been working for eight months. It's scary how time flies so fast. It's even scarier because I don't know where to go and how to catch up. I think I'm lost. Lost in time. Lost in transition.

June 13, 2013

The Break-up Symptoms

June , 13, 2013


It all started when I was scrolling down my Twitter timeline and found this quote from The Notebook.

RT @Notebook: I still remember the first time I fell for you, I haven't gotten up since. 

It got me thinking about yesterday chit-chat with my girl friend. It was quite a mellow conversation between me and her. She told me that she misses being in a relationship. Not that she misses her ex-boyfriend, but more to miss the idea of being in a relationship. You know, being loved, being taken care of, having someone you can always run to, someone you can watch latest movie in the cinema with, someone you can hug and suddenly feel secure, well.... you know that stuffs. And honestly, I do too. The idea of being in a relationship could strike us anytime, just like yesterday. It's not like we want to get back together with our ex(es); we clearly understand that it was in the past. Frankly, we are missing the memories, the sensation, the feeling of being in love, NOT THE PERSON.

Truth be told, the longer you are in a relationship, the longer you take to recover from the break up symptom. Why? Simply because you have gathered too many memories. It will play over and over in your mind; looping. It's not like you can avoid the feeling of a broken hearted, and you do know that moving on is not as simple as what they said in those 101-ways-to-mend-your-broken-heart books. So, you might as well get through this phase. In my opinion, this break up symptom has several stages. 

At first, every little things suddenly remind you of him. At some point, you might want to sit at his favorite corner in the coffee shop. You might want to listen to his favorite jazz album even though you used to hate it very much. You might want to wear his T-Shirt to bed just to feel his smell, although you know that T-Shirt has been washed for so many times and there's no way his smell's still there. Everything you used to do with your partner suddenly becomes so memorable. Everything suddenly becomes very important. That's a very natural implication of breaking up and usually it will stay from the first day up to several weeks later.

But after months (or even years!), it slowly changes. Realize it or not, you enter another stage which I described above; the stage which is currently happening to me and my friend, the stage where we miss the idea of being in a relationship. In this stage, you are actually ready to have a new partner. You have successfully moved on and you are 100% ready to be in a relationship with someone new. You might suddenly play a flashback in your mind about your previous love story. You honestly miss to feel the love again, dearly. You might start to feel unreasonably sad you even can't sleep well at night. The idea of being in a relationship haunts you. At this point, people might look down to you and say "She's being too desperate to have a boyfriend!". But whatever, this is post-break up! I clearly understand that it's not the person that we miss. It's just the idea to love and being loved. And yes, it's a natural thing. 

However, we should not rush anything. When the time is right, it will eventually happen. Because you know what they said right? "Fall in love when you're ready, not when you're lonely."

Keep your head up and spread the love!

Xoxo.

April 30, 2013

Cinta itu Seni!

April 30, 2013

Menurut gw, cinta itu adalah sebuah kesenian. Walaupun kata orang banyakan seni galaunya sih daripada seni estetiknya. Memang nggak bisa dipungkiri, jatuh cinta itu menyenangkan. Seperti pelajaran kesenian keterampilan yang selalu gw nanti-nantikan semasa SD. Melipat origami, merangkai bunga dari sedotan, membuat lukisan kincir angin dari bubur koran, dll. Gw bukan orang yang berbakat di bidang seni. Hasil karya gw pun kadang-kadang berhasil, tapi sering juga gagal. Kalau hasilnya bagus, tentu saja gw senang dan memamerkannya ke seisi keluarga. Tapi saat hasilnya hancur, seperti saat merangkai bunga dari sedotan, gw pun menangis. Membayangkan sudah melipat 100 sedotan dan menyusunnya satu per satu hingga membentuk satu kesatuan bunga dan vasnya, lalu hasil karya gw hanya diberi nilai 75. Sedangkan semua teman rata-rata mendapat nilai 90. Gw jelas emosi dan kesal. Tapi kalau diingat-ingat lagi, gw tetap menikmati setiap detik yang gw buang untuk mengerjakannya. 

Jatuh cinta itu menyenangkan. Tanpa gw sadari, gw itu termasuk orang yang amat sangat muluk-muluk dalam hal cinta. Gw sangat memperhatikan cowok yang nantinya akan gw beri gelar 'Sang Pencuri Hati'. Yang gw perhatikan bukan kepada siapa gw jatuh cinta, tapi kepada ORANG SEPERTI APAKAH gw jatuh cinta. Sebagai cewe, sudah nature-nya untuk gw gampang 'lapar mata', begitu lihat cowo ganteng dikit, langsung suka. Tapi tentu saja gw nggak segampang itu buat jatuh cinta. Butuh chemistry-chemistry yang kuat dan koneksi yang deep untuk membuat gw jatuh cinta. True story!

Gw nggak tau daritadi gw ngoceh apa, malah mungkin nggak nyambung sama sekali topiknya. Awalnya berniat kasih judul "The Art of Moving On and Starting it Back From Zero All Over Again", tapi setelah nulis tanpa juntrungan, kayaknya nggak cocok. Hahaha. Maybe I'll write about that on my next post :p

Stay tune! :*
Xoxo,
J.

April 16, 2013

A note for guys.

This post has been staying in my draft for quite some long time. I've decided to publish this one now since the more I read it, the more I can relate to it. Anyway, this is not my writing. I found this article on Facebook :)

Treat your girl right, bro. Plain and simple.

I know it can be hard to please her sometimes, but it’s worth it in the end. Remember that she’s your happiness, your world. She should be the first person you talk to in the morning, and the last person you whisper “Good night” to. Unlike some of your bros, she’s going to be there for you when you’re the happiest, but more importantly, when you’re at your lowest. She’ll cook for you and care for you, so treat her like a queen. Girls are delicate creatures. Think before you say. Think before you act. They take every little mistake you make and multiply it by a thousand. So try not to mess up, aight? When you’re fighting, sometimes it’s better to put your relationship before your own pride. You’re not helping yourself by making her upset, bro. And never, ever, under any condition, let her go to sleep crying. She’ll resent you for it for the rest of your days. Don’t forget to make her feel special everyday. Open doors, go shopping with her. Hell, make dinner for her! The more you show her you love her, the more she’ll give you in return. Remember that an “I love you” via text is never as special as one in person. And show her off to your bros, don’t be ashamed of her. She’s never been ashamed of your dorky ass. Look, she doesn’t really need much in a relationship; she just wants to feel like she matters to you. That’s not asking for much, bro.
But if you haven’t learned a thing from reading this, remember this. Love her unconditionally, loyally, and keep her close. Love her with everything you’ve got: emotionally, mentally, and physically. Because I swear, if you won’t treat your girl right, someone else definitely will.


Stay tune! :*

March 26, 2013

March 18, 2013

Don't Judge A Book By Its Cover

18.03.2013

Sesuatu yang tampak dari luar memang sangat mudah untuk dijadikan acuan sudut pandang seseorang. Quote ini klasik, tapi benar adanya. Manusia diciptakan dengan sepasang mata yang dapat berkoordinasi dengan sempurna terhadap otak. Apa yang mata kita lihat, dalam sepersekian detik langsung diterjemahkan oleh otak menjadi persepsi. Simpelnya, saat kita melihat makanan, otak berpikir "ENAK!", saat kita melihat sampah, otak berpikir "JOROK!", dll. Secara teori kurang lebih begitu, tapi sayangnya otak manusia terkadang menilai terlalu cepat, sehingga menghasilkan persepsi yang kurang tepat (atau bahkan salah!). Seperti yang sering terjadi saat kita menilai orang lain.

Jaman SMA dulu, seorang guru pernah melontarkan perkataan yang membuatku mengernyitkan kening. Perkataan Beliau 100% hanya berdasarkan pandangan matanya terhadap diriku. Bukan berdasarkan kenyataan. Karena Beliau sendiri sama sekali tidak mengenalku secara personal. Dengan penuh pembelaan diri, aku menyangkal perkataan Beliau. Otakmu berpikir terlalu cepat, Pak.

Jadi begini, aku ini terkenal sebagai orang yang suka teriak-teriak, berisik, banyak mau, ribet, dan sangat childish. Boleh coba tanya 10 orang, 9 dari mereka pasti akan menjawab semua karakteristik diatas. Suatu hari, saat pelajaran Calculus, tercetuslah kalimat seperti ini: "Jessica mah pasti anak manja, nanti kuliah mau jadi apa? Pasti kemana-mana minta dianterin. Gak bakal berani naik angkot dia mah..." Wow. Oke. Aku ingat apa yang kukatakan pada Beliau saat itu: "Jangan sembarangan, Pak. Mentang-mentang saya di kelas pecicilan begini, bukan berarti saya gak bisa hidup mandiri!" Aku tidak suka dengan cara orang menilaiku hanya dari luar. Hanya karena aku bersikap ceria dan heboh, bukan berarti aku anak manja yang tak bisa diandalkan. 

Kalau sekarang aku bertemu dengan Beliau, kira-kira beginilah yang akan kukatakan kepadanya:

"Pak. 4 tahun saya kuliah, saya selalu pulang-pergi naik angkot. Dari rumah, naik angkot merah ke jalan raya. Dari jalan raya, naik angkot biru ke pertigaan. Dari pertigaan, naik bis kopaja sampai depan kampus. Saya pernah (sering!) nangis di angkot gara-gara dicopet HP, digodain om-om bejat, ditipu bapak-bapak yang pura-pura sakit ayan, dll. Saya juga pernah nangis gara-gara patah hati, diliatin sama seisi bis, bahkan ditawarin tissue sama abangnya. Saya juga pernah dimarahin abang kenek, pernah ketiduran dan nyasar, pernah kehujanan & gak bawa payung sampai akhirnya saya ikut abang angkotnya jalan-jalan muterin rute dia sambil nunggu hujan berenti. Sekarang, saya kerja. Saya juga naik angkot, Pak. Rutenya sama. Cuma beda arah dari pertigaan. Saya bisa naik angkot. Saya nggak manja. Saya bisa mandiri. Kemana-mana sendiri, ga bergantung sama mobil. Capiche?"


March 6, 2013

Salah siapa?

Kamu bilang aku posesif.
Salah siapa kamu sering hilang tanpa kabar?

Kamu bilang aku pencemburu.
Salah siapa kamu sering berbalas pesan dengan wanita-wanita lain?

Kamu bilang aku terlalu banyak menuntut.
Salah siapa kamu tidak pernah tau apa yang kumau?

Kamu bilang aku pencuriga.
Salah siapa kamu selalu menyembunyikan HP dan menghapus chat history?

Kamu bilang aku pemarah.
Salah siapa kamu sering hilang tanpa kabar, sering berbalas pesan dengan wanita-wanita lain, tidak pernah tau apa yang kumau, selalu menyembunyikan HP, dan menghapus chat history?

Kamu bilang aku egois. Iya, aku egois.
Salah siapa? Salah kamu. Karena membuatku terlalu jatuh cinta. Cintaku memang egois. Aku hanya ingin kamu. Sebagaimana aku berharap kamupun hanya ingin aku.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

March 5, 2013

Mr. Right

"There's no way you can love without getting hurt. Love is pain."

I tweeted something like this at @jejesmarijes several days ago. It really strikes me hard and it got me thinking all night long. Does love really hurt? Is loving really a pain? Kalau cinta memang begitu menyakitkan, lantas kenapa orang masih mendamba-dambakannya?

Kemarin aku ngobrol banyak dengan seorang teman. Kami curhat-curhatan soal love story masing-masing. Aku yang (selalu) galau masalah ketidakpastian, dan dia yang galau karena cowok gebetannya bolak-balik ngasih tanda yang kayak lampu lalu-lintas rusak--sebentar merah, sebentar hijau, sebentar kuning, so unpredictable! Bisa dibilang kami berdua ini sama-sama tipe cewek yang too mellow dan hopelessly romantic. Kalau lagi nonton sinetron yang unyu-unyu gitu, bisa heboh lah kami berdua lewat BBM. "OMG JESS, ITU TADI SWEET BANGET YA!" "IYA IH! GILA MAU BANGET YA PUNYA COWOK KAYAK GITU!" Hahaha. Kira-kira begitulah percakapan kami pada umumnya. Selain itu, kami juga sama-sama tipe cewek yang rentan galau. Satu galau, satunya biasanya galau juga. Ya, seperti kemarin ini. Singkat cerita, setelah bercurhat ria panjang lebar, kami berdua sampai pada satu kesimpulan yang bisa menjawab pertanyaan utama di atas. 

If being in love hurts you, then it's not love.
If loving someone is a pain, then you're loving the wrong person.
Love is about finding the right one.

Terkadang mencintai (dan dicintai) memang bikin kita sakit hati. Giving part of our heart to other, letting him to take control of it, I can assure you it's not easy. You might fall some times, several times, many times. Mungkin kami hanya belum menemukan orang yang tepat :')

Xoxo, J.

March 3, 2013

CRAP!

28.02.2013

Ternyata apa yang orang bilang itu benar, sesuatu baru terasa berharga saat kita udah kehilangan. Gila, baru kali ini gw ngerasain betapa nikmat dan berharganya waktu yang gw miliki untuk TIDUR! Semenjak gw mulai kerja, kira-kira sebulan yang lalu, gw mulai menyadari bahwa 5 menit tidur pun berharga. I'm not a morning person, definitely will never be one. Gw selalu tidur subuh, dengan alasan males tidur, walaupun nggak ada hal yang bisa dikerjain juga sih. Ga ada tuh yang namanya tidur kalau belum jam 5 subuh. Hahaha.  Dang! Kalau aja gw tau capeknya kerja tuh kayak gini, gw bakal nabung tidur yang banyak dari dulu ;(
Sekarang, jam 10 malem gw udah masuk selimut, biarlah jadi kayak anak bayi. Yang penting TIDOOOORRRRRR!!!!! Kerja itu capek, capeknya najis banget. Walaupun kerjaan nggak banyak, tapi capeknya itu bener-bener nggak ada obat. Baru sebulan, gw udah merasa pengen teriak "SHIT THIS IS REAL LIFE! BANGUN JAM 7, PULANG JAM 8, FOREVER. SELAMANYA. SAMPAI MATIKKKK!" Crap. Double crap. Triple crap. *I wish I could be forever young ;(*

February 15, 2013

Valentine's

February 14, 2013

I'm 22. But, do I look like one? I'm not even used to be called 'Ibu' at work. I'M SEVENTEEN AT HEART! I'M FOREVER YOUNGGGGGG! Hahaha. Just like Pixie Lott said in her album, 'young, foolish, happy' :D

People said I'm a little spoiled kid who always wanted things to go under my control. And yes, that's somehow true. Selfish much?

Lately, I've been thinking about how much I wanted a perfect man. Wow. Perfect men, do they even exist? Today is Valentine day, and I do really wish I had someone who really care.

I want a man who...

- waits for me to come inside the house before leaving to his
- can decide which restaurant to go when I got confused
- understands that I'm overly attached to Twitter, Instagram, and any other social media
- understands that I want to be treated like a princess on several moments, like my birthday, and Valentine, and Christmas
- smiles when I introduce him to my friends
- keeps his promise(s), like when he promised to eat Sushi Tei, or to watch Skyfall together
- reads my blog
- knows that I prefer cheese cake than chocolate cake
- drives slowly just because I'm a very paranoid person when it comes to driving
- won't get tired when I ask him to accompany me walking around the mall without any purpose

.......And the list goes on.

Today is Valentine's day, and I don't feel happy at all. It's just an ordinary day. No chocolate, no flower, no romantic dinner. I guess I'm asking too much. This isn't fairy tale. I should face the reality.

I love you. For everything you are. And for everything you're not. You know who you are.
Happy Valentine's day!


Xoxo, J.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

February 13, 2013

Marry Your Daughter


#nowplaying Brian McKnight - Marry Your Daughter

Who doesn't love Brian McKnight and his soothing voice? Lagu ini udah lama jadi track favorit gw setiap kali dengerin iPod. Tapi... Setelah beberapa kali iPod di re-Sync, lagu ini akhirnya lenyap dari iPod. Dan baru sekarang muncul lagi. It was one fine afternoon at work. Seperti biasa, gw paling hobi nyumpel kuping pake headset, tenggelam dalam lagu. Saat itu kantor kosong, semua lagi pergi. Just me, myself, and I *ala-ala judul album abegeh gaoel di frenster* Pasang volume max, didukung cuaca yg mendung, suara Abang McKnight yg syahdu, lirik lagu yg a bit cheesy tapi nampol, jiwa gw langsung hilang.

Sir, I'm a bit nervous about being here today. Still not real sure what I'm going to say, so bare with me please if I take up too much of your time. See in this box is a ring for your oldest. She's my everything and all that I know is it would be such a relief if I knew that we were on the same side. Cause very soon I'm hoping that I can marry your daughter and make her my wife. I want her to be the only girl that I love for the rest of my life and give her the best of me 'til the day that I die. I'm gonna marry your princess and make her my queen. She'll be the most beautiful bride that I've ever seen. I can't wait to smile when she walks down the aisle, on the arm of her father, on the day that I marry your daughter.
:')

Baru nulis liriknya aja, udah terharu. I know I easily cry. Especially on beautiful thing like.... MARRIAGE. Beberapa minggu yg lalu, aku menghadiri pemberkatan pernikahan di gereja. Terduduk seorang diri di belakang, mendengarkan Pendeta membacakan janji suci, tanpa sadar air mataku menitik. Terlebih saat sang pengantin wanita meminta restu pada orang tuanya, memeluk ayah ibunya, aku tak bisa menahan air mataku lebih lanjut. I swear this is one of the most beautiful moment in life. And I can't help myself not to imagining my future marriage. I'm really considering to use this 'Marry Your Daughter' song when my future husband picks me up at the aisle :')

Apa ya rasanya... To spend your whole life with someone you love, someone who loves you equally (or even more)... How can you be sure that he's the one?

THIS IS THE QUESTION OF LIFE.

Ah, bingung.

Galau.

Suram.

:( :( :(

January 18, 2013

Tentang Mimpi


17.01.2013
(ini lanjutan dari post sebelumnya Tentang Hidup)

Tentang mimpi, aku masih berharap suatu hari bisa jadi penulis. Rasanya menulis itu adalah sebagian dari diriku. Aku menggemari dan sangat menghargai tata bahasa, paragraf, juga esensi satu kalimat. Tapi terkadang aku merasa itu hanyalah one side of me, yang nggak perlu diumbar, karena memang nggak ada gunanya. Nggak penting. I once stated 'good writing skill and personal interest in literature' in my CV, dan ternyata itu malah menjadi jebakan buatku. Ketika ditanya, "Sering nulis? Punya karya-karya? Punya blog?", rasanya aku ingin menghilang di tempat saat itu juga. Karya? Ada sih, kalau cerpen-cerpen kacangan, novel yang sudah 3 tahun nggak selesai-selesai, dan puisi-puisi galau masuk hitungan. Blog??? Ya punya sih, tapi cuma personal blog, itu juga isinya kebanyakan galau, jarang update pula. I feel like laughing to myself. *puk-puk diri sendiri*

Hari ini, 17 Januari 2013, Jakarta tenggelam dalam lautan luka dalam bernama banjir *soundtrack: Rumor - Butiran Debu*. Hujan yang mengguyur Jakarta nonstop selama beberapa hari belakangan ini akhirnya mengakibatkan banjir. Bangun tidur, semua headlines berita di TV, koran, status-status di Twitter, Facebook, bahkan foto-foto di Instagram, isinya BANJIR. Thank God, kali ini rumah gw nggak kebanjiran. Walaupun sungai depan rumah udah super penuh dan hampir meluap, tapi kompleks perumahan gw sudah melakukan pembangunan yang menahan air sungai untuk luber. Hihihi. Kalau ingat rasanya jadi korban banjir,............hmm.......... amit-amit deh. Dulu, waktu banjir parah di Jakarta beberapa tahun lalu, rumah gw kena. Parah. Air setinggi pager rumah. Semua barang terpaksa dinaikkin ke lantai 2. Ngungsilah akhirnya selama hampir seminggu. Nggak bisa mandi, nggak ada air bersih, susah makan, nggak bisa masak, nggak bisa nonton TV, sofa rusak semua, kulkas rusak, lemari-lemari rusak. Ckckck. Banjir itu mematikan!!! (Walaupun kadang seru sih main airnya kalo cuma banjir kecil *eh!?*)

Banjir di Bundaran HI
Pic from The Jakarta Globe, Facebook

Anyway, back to topic, di tengah mellownya hari ini akibat hujan yang terus turun tanpa henti, ada suatu hal yang terjadi dan bikin aku hampir nangis (mau bikin banjir juga, banjir air mata hahaha). Tepat jam 16:45, ada mention masuk ke Twitterku. From @eChaDudud, kubaca sekilas ada tulisan 'Promote Jessica', disertai link. Berhubung aku lagi asyik nonton, kuabaikan lah mention itu. Sampai akhirnya malam sebelum tidur, kubuka link itu dari laptop. Inilah isi dari link tersebut....


http://3cha.wordpress.com/

Let me introduce you to a very sweet girl named Echa :) Kata-kata singkat di blognya itu AMAT SANGAT membuatku terharu. Aku kembali teringat pada impianku menjadi penulis. Ya memang, aku masih penulis amatir, but at least I got my heart on it :')

Echa juga bisa dibilang sebagai 'stranger' pertama yang membaca blogku. Dia satu-satunya orang yang dengan sukarela entah mengapa mem-follow blogku, terkadang meninggalkan komen, juga rajin menyapaku di chatbox. Kita bahkan belum pernah ketemu. Tapi dulu sempet ngobrol dan pernah cerita-cerita juga di Skype (I still remember it! :')) Kalau aku absen nge-blog terlalu lama, biasanya Echa muncul, mempertanyakan. Semuanya selalu terjadi tiba-tiba, bikin shock! Shock karena ternyata masih ada orang yang menghargai tulisanku, dan menganggap tulisanku as 'something' :') Just like today, out of the blue, nggak tau kenapa, tiba-tiba Echa ngepost kayak gitu di blognya. Tell me, Kenapa, Cha? Hahahaha. You are so random, and you RRREEEAAALLLYYYYYY made my day :D Aku sampe heboh cerita ke temenku lewat BBM, "TAU GAK SIH, ADA TEMEN GW NAMANYA ECHA, KENAL GARA-GARA BLOGWALKING, ANAKNYA BAIK BANGEETTTTT! DIA TADI BLA-BLA-BLA...." Hihihi :D 

I know this is not important, but I'm very thankful for you. It turns out you're not just a stranger. You're like my guardian angel, yang selalu ngingetin aku bahwa mimpi itu masih ada. Seakan-akan Tuhan mau ngingetin aku lagi, lewat kamu :')

I wish........ I wish.......... I wish......... I could meet you someday.

Keep dreaming!
Stay tune! :*

Tentang Hidup

HAPPY NEW YEAR
2013

Stuck.

Nyangkut.

Dua kata yang cocok untuk menggambarkan hidupku. Roda kehidupan terus berputar, baik kita suka maupun tidak. Manusia berlomba-lomba satu sama lain. Yang baik, semakin baik. Yang biasa-biasa saja, tertinggal. Yang buruk, tentu saja terbuang. Ketika orang lain sibuk membuat resolusi untuk 2013, aku terdiam memikirkan apa saja yang telah kulakukan di tahun 2012. Sepertinya tidak ada yang signifikan. Selalu begitu setiap tahun. Flashback hanya akan mengingatkanku betapa nol-nya pencapaianku. Mungkin highlight terpenting selama 2012 adalah, aku berhasil menyelesaikan sidang skripsi, lulus, dan di-wisuda. Itupun dengan hasil standar yang aku sendiri sama sekali tidak merasa puas (apalagi bangga!). Melihat sekelilingku, aku sangat merasa tertinggal. Teman-teman yang dengan mudahnya mendapat straight A di thesisnya, teman-teman yang lebih dulu diterima bekerja bahkan tanpa perlu menawarkan diri, teman-teman yang hanya dengan sekali mengirim CV langsung diterima kerja di perusahaan besar, dan masih banyak lagi. Satu pertanyaan terlintas di benakku, dimanakah aku?

Jessica Grace Wibowo, S. E.

Menjelang akhir 2012, aku mulai berpikir tentang hal-hal yang ingin kucapai dalam hidup ini. Di usiaku yang sudah hampir 22 tahun ini, tentu saja aku tidak boleh menghabiskan hari-hariku hanya dengan makan-tidur-nonton di kamar. Aku kembali teringat dengan mimpi-mimpiku sejak dulu. Aku ingin kembali menghidupkannya. Langkah pertama yang kulakukan adalah, trying to be myself and stand up for what I want. Hidup terus berjalan dan aku harus mulai berani mengatakan apa yang kuinginkan. Dan ini segera kulakukan saat malam tahun baru. My friends wanted to do the BBQ and fireworks routine. But I said no! I wanted a party, mehehehe ;) Walaupun sempat terjadi sedikit cek-cok, akhirnya aku berhasil mengatakan yang kuinginkan, and.... voila! PARTY ROCK IT IS! :D

NYE party at Prive Club
HAHAHAHA life's good ;))

So now, what's next?! Balik lagi ke topik yang serius. I need a job. Soon. Bukan karena diburu waktu, tapi lebih karena diburu orang tua. Hahaha. Anyway, I have personal opinion about what a dream job is. Basically I won't even care harus kerja kapan dan dimana. I want a long-term job. Kerjaan yang bisa dinikmati dalam waktu yang panjang. Kerjaan yang orang-orang bakal bilang "Ini elu banget deh, Jess, kerjaannya!" Gw selalu membayangkan diri gw duduk di meja kantor, dengan setelan blouse dan short skirt, preferably with long coat, heels, sipping a cup of StarbucksWHATEVER, INI KAN CUMA IMAJINASI! HAHAHAHA. Jadi, pertanyaan selanjutnya, "Kapan kerja?" Dan jawabannya adalah, "Santai dulu, aku nyari kerjaan yang aku suka. Aku kerja karena aku suka. Bukan karena aku harus kerja." :)

Life must go on, aku cuma bisa berharap 2013 bisa jadi new start buatku. Tentang hidup, tentang mimpi, semoga semuanya yang terbaik :')

P.S: I'm working on a new template for my blog. Any idea or recommendation where I can find the themes?
Stay tune! :*