July 29, 2011

Sejarah Cinta

28.07.2011

Selamat malam dunia!

:)
Malam ini aku akan membawamu untuk memasuki mesin waktu dan meluncur ke masa lalu. Mengulang setiap momen berharga yang tak akan pernah kulupakan. Perjalanan ini akan menjadi perjalanan yang sangat panjang dan disertai dengan beragam rasa. Rasa takut, haru, sakit, juga bahagia. Aku menamakan perjalanan kali ini......... SEJARAH CINTA

SCENE 1.
Terlihat siswa-siswi berseragam putih-merah berceloteh dengan suara riang. Tampaknya mereka sedang istirahat makan siang. Raut wajah mereka semua ceria, bertukar makanan satu sama lain, sambil membaca buku cerita yang baru saja dipinjam dari perpustakaan. Ada juga anak yang lebih memilih untuk menghabiskan waktu istirahatnya di dalam kelas. Di sudut kelas, ada seorang gadis kecil berpostur mungil yang berambut pendek sedang berbincang dengan sekelompok teman perempuan lainnya. Mereka sengaja makan siang dengan cepat agar bisa berkumpul dan bertukar buku diary. Gadis kecil itu kini sibuk menulis biodatanya dengan pulpen glitter warna-warni, lalu menempelkan banyak stiker bintang di sekitarnya. "Selesai. Sekarang gantian kamu isi buku diary ku yah!" Celoteh gadis itu riang. Sayang sekali bel telah berbunyi, pertanda mereka harus kembali masuk kelas dan belajar.
Gadis itu melangkah dengan gontai ke tempat duduknya. Ia melihat kursi di depannya sudah ada penghuninya. Hal itu tampaknya membuat gadis itu gundah gulana. Pelajaran dimulai dan kini semua tampak jelas. Gadis itu merasa terganggu dengan penghuni kursi di depannya itu. Seorang anak lelaki berkulit hitam manis, kurus, berkacamata. Selama pelajaran, anak lelaki itu selalu mengganggu gadis itu. Mengajak ngobrol, mencubit, serta melempari gulungan kertas. Seberapapun gadis itu merasa kesal, nampaknya ia tetap menerima anak lelaki itu sebagai temannya. Ia masih meladeninya dan ikut tertawa dalam setiap lelucon yang dilontarkannya. Hey, ternyata anak lelaki itu cukup baik. Dibalik keusilannya, ternyata ia anak yang ramah. Ia sering memberi gambar kepada gadis itu. Gambarnya sangat artistik, jelas anak lelaki itu punya bakat seni. Teman-teman sekelas selalu menggodai mereka berdua, "Cie, Jessica suka sama dia tuh. Jessica kamu ngaku dong pasti naksir dia kan."
Iya, gadis itu adalah aku. Dan ini adalah awal dari kisah cintaku yang pertama...

SCENE 2.
Masih di sekolah yang sama, di gedung yang sama, lantai yang berbeda. Tampak beberapa wajah familiar yang kini sudah lebih dewasa. Kali ini mereka semua memakai seragam putih-biru, dengan dasi dan topi senada. Tetesan keringat terlihat di kening. Para lelaki sibuk berebutan tempat di bawah AC. Yang wanita sibuk berkeluh kesah sambil berkali-kali mengucap kata 'panas', 'benci upacara', dan 'rambut bau matahari'.
Saat pelajaran dimulai, semua murid sibuk mencatat, namun ada pemandangan yang agak berbeda di belakang. Gadis berambut panjang yang sedikit ikal tampak sibuk mengoper gulungan kertas pada pria di sebelah kirinya. Dari percakapan mereka yang tertulis di kertas, terlihat jelas gadis ini menyukai sang pria. Pria berbadan tegap, tinggi, dan berambut cepak, yang sayangnya menyukai sahabat si gadis. Ini adalah kisah cinta bertepuk sebelah tangan yang penuh dengan air mata. Saat pria itu bercerita bagaimana wanita pujaannya terlihat cantik, bagaimana wanita pujaannya mengajaknya bicara, dan saat diam-diam aku mengambil foto dirinya ketika ekskul fotografi, juga saat teman-teman sekelas menyebarkan gosip bahwa aku dan dia saling suka, lalu dia marah padaku karena dia tak ingin wanita pujaannya salah sangka tentang aku, dan saat orang-orang mengatakan betapa bodohnya aku karena masih menyukainya selama 3 tahun. Semuanya kuakhiri saat kelulusan dengan membakar dua buku harianku yang semuanya mengisahkan tentang dia.
Iya, gadis itu adalah aku. Dan ini adalah kisah cintaku yang kedua :')

SCENE 3
Bertolak ke suatu tempat di pinggir Jakarta, berdirilah sebuah bangunan kecil yang merupakan sekolah yang unik. Mengapa unik? Karena sekolah ini lain dari sekolah kebanyakan. Cerita di dalamnya juga bisa dibilang unik.
Hari itu hari pertama orientasi SMA. Sekolah tampak lebih ramai dengan para murid yang berlalu-lalang. Murid-murid lama terlihat bergerombol bersama kawanannya. Sedangkan murid-murid baru terlihat kebingungan dan duduk menyendiri. Tak lama kemudian, pemberitahuan untuk berkumpul di lapangan dikumandangkan. Semua anak berlarian dan membentuk barisan. Begitu juga denganku, yang adalah murid baru di sekolah ini.
Disinilah kisah cintaku yang ketiga dimulai. Kisah cinta yang sebenarnya sulit diungkapkan ke dalam kata-kata. Namun, mari kita coba. Sejujurnya, semua masih tergambar jelas di otakku. Well, semuanya memang masih baru kan?
Harus kuakui, aku adalah orang yang sangat mudah tertarik pada lawan jenis. Kulihat sesosok anak muda dengan tampang serabutan dan seragam yang keluar dari celananya, pria ini telah kudaulat sebagai pria paling menarik di hari pertamaku ini. Saat teman baruku mulai menggosip dan menanyakan "Gimana, Jes? Udah ada yg cakep belom?", aku langsung mengarahkan pandangku ke arah pria itu, dan tersenyum. "Dia," ujarku sambil mengacungkan jari ke sudut lapangan. Raut wajah temanku langsung berubah, "Kayaknya dia anak bandel deh, baru hari pertama aja langsung dimarahin guru tadi." Iya, aku tau, dia memang terlihat sangat bad boy, namun.......menarik. Dalam 6 bulan pertamaku masuk SMA, aku sudah berhasil membuat hampir satu sekolah (termasuk yang bersangkutan) mengetahui perasaanku. Bisa dibilang, aku cinta mati. Kalian pasti tau kan, obsesi cinta semasa sekolah, semuanya pernah kulakukan. Bisa dibilang, aku cukup beruntung karena aku dan dia tergolong cukup dekat. Well, aku lumayan sering mengobrol dengannya. Demikian juga dengan sms dan kadang-kadang telepon. Kisah ini hanya berlangsung selama 2 tahun, hingga dia lulus. Aku sempat frustasi ketika aku sadar bahwa setelah dia lulus, aku tak akan bisa bertemu dengannya lagi. Lalu aku mengakui perasaanku padanya. Dan, begitulah, tidak ada yang terjadi. Aku tak akan bercerita lebih banyak lagi. Kisah cintaku yang ketiga ini, kisah cinta semasa SMA, berakhir disini. Selanjutnya,............... rahasia :p

Xoxo