May 21, 2011

Mimpi dan Harapan

21.05.2011


Hidup adalah tentang kesempatan
. Aku meyakini hal ini. Seperti adanya kesempatan untuk menikmati restoran baru, kesempatan untuk menonton konser band favorit, dan banyak kesempatan-kesempatan lainnya.

Hidup adalah tentang pilihan. Berapa banyak pilihan yang harus kita buat setiap harinya ? Pilihan untuk makan atau tidak, pilihan untuk belajar atau main, pilihan untuk pergi ke mall atau tidur, dan banyak pilihan-pilihan lainnya.

Hidup juga adalah tentang keputusan. Berapa banyak keputusan yang harus kita ambil setiap harinya ? Keputusan untuk menabung atau membeli HP baru, keputusan untuk mengambil kelas di Semester Pendek atau tidak, dan banyak keputusan-keputusan lainnya.

Jika hidup adalah tentang kesempatan, pilihan, serta keputusan, lantas bagaimanakah cara menghargai setiap kesempatan yang ada ? Bagaimana cara mengambil pilihan dan keputusan yang terbaik ?

Untuk ketiga hal ini, sepertinya aku masih harus banyak belajar.


Aku pernah bermimpi untuk melanjutkan sekolah di luar negeri. Ini juga alasan utamaku berkuliah di Binus International University. Dengan penawaran program Double Degree dimana aku diberi kesempatan untuk belajar 3 tahun di Indonesia dan 1 tahun di Australia, dan nantinya akan memperoleh 2 gelar sekaligus. Namun, siapa yang menyangka bahwa ternyata aku dihadapkan pada situasi dimana aku harus memutuskan untuk meninggalkan mimpiku dan menyia-nyiakan kesempatan ini. Semua sudah diurus, application form sudah diisi, namun sepertinya Tuhan berkata lain. Kesempatan sudah di depan mata, tapi tidak bisa kuraih. Pada akhirnya pilihan dan keputusan yang kuambil malah membuatku menangis semalaman. Aku merasa hancur sehancur-hancurnya karena telah menyia-nyiakan kesempatan ini. Bagaimanapun juga, Tuhan pasti punya rencana lain untukku. Aku masih berusaha meyakini hal itu :)

Aku semakin yakin bahwa Tuhan mendengar doaku saat Binus membuka program Short Course Abroad. Dengan sejuta harapan dan optimisme, aku yakin bahwa ini adalah kesempatan kedua yang Tuhan berikan agar aku dapat meraih mimpiku untuk belajar di luar negeri. Well, ini memang hanya program kelas musim panas, tapi bagaimanapun juga itu adalah sebagian dari mimpiku. Aku memilih untuk mengikuti program Short Course ke Manchester Metropolitan University, UK. Setelah melakukan pendaftaran dan pengisian application form, aku tak henti berdoa dan bersabar menanti kabar baik dari pihak Binus. Setelah hampir sebulan penantian, Tuhan menjawab doaku ! Aku diterima ! Aku sengaja tak memberitahukan tentang hal ini kepada teman-teman dekatku, aku ingin memberikan kejutan pada mereka. Namun sepertinya sekarang aku tak perlu repot-repot memberitahu mereka, karena aku tidak jadi berangkat. Karena satu dan hal lain, aku harus mengambil pilihan dan keputusan untuk tidak pergi. Sekali lagi aku hancur karena adanya kesempatan yang tersia-siakan.

Aku tak tahu apakah aku masih sanggup bertahan. Jika hidup adalah tentang kesempatan, pilihan, serta keputusan, yang aku tahu sekarang adalah aku harus terus mengejar kesempatan-kesempatan lainnya, dan berjalan bersama Tuhan dalam setiap pilihan dan keputusan yang akan kuambil. Aku harus belajar berserah pada Tuhan. Aku harus belajar mengerti bahwa hidup bukanlah semata tentang AKU. Aku yakin Tuhan akan menyediakan kesempatan yang lebih besar daripada ini, kesempatan dimana aku akan meilih YA, kesempatan dimana aku akan memutuskan YA, kesempatan yang akan mengajarkan aku untuk bisa menghargai masa-masa ini. Aku akan menantikan kesempatan itu, kesempatan yang akan membuatku bertumbuh dan mampu berjalan lebih baik lagi :')

"I am going to achieve my dream. Maybe not now, but someday I will..."

Cheers !

2 comments:

Anika Augusta said...

loh? kenapa yang kedua nggak jadi kak?

Jessica Grace Wibowo said...

Hehehe. Iya ada beberapa hal yg bikin aku terpaksa harus rela ngelepasinnya :')