July 17, 2010

Cinta Pertama

Cinta Pertama,
Sebuah cerita pendek yg terinspirasi oleh
saudaraku yg sedang merindukan kekasihnya :')


Kisah ini ditulis di suatu malam minggu. Malam minggu biasa, tak ada spesial-spesialnya. Malam minggu yg sama dengan malam minggu seminggu yg lalu, bulan lalu, atau mungkin tahun lalu. Malam yg sama, masih disinari bulan yg sama.
Kisah ini berawal saat aku memandang bulan, bulan malam ini tampak berbeda walaupun ia masih bulan yg sama. Sinarnya terang, bercahaya menembus hatiku. Aku teringat malam dimana sang rembulan bersekongkol dengan seseorang untuk mencuri hatiku.
Dan di malam minggu ini, hatiku terasa hampa, segala hal mengingatkan aku kepada dirinya. Harus kuakui dia adalah pencuri yg sangat handal, bergerak dengan begitu luwesnya, masuk tepat ke ruang hatiku yg terdalam. Aku tak berdaya, seluruh jiwaku larut dalam bayangan tentang dirinya. Aku tak pernah menyangka, apalagi membayangkan bahwa dialah yg akan menjadi pencuri hatiku. Pencuri yg pertama kali berhasil menembus pertahanan ruang hatiku. Ia tak mencuri banyak, ia hanya mencuri hatiku. Sedikit banyak aku merasa beruntung menjadi tawanannya. Aku bagaikan hidup di dalam dunia hitam putih. Mungkin kalian bertanya, mengapa hitam putih dan bukannya berwarna-warni ? Duniaku adalah dunia yg simpel, tapi selalu menarik. Sama seperti warna hitam putih yg abadi.

Selamat malam, namaku Venus. Dan sang pencuri hatiku, namanya Mars. Mars adalah sesosok pencuri hati yg sangat pandai. Ia tahu benar cara memperlakukan wanita sepertiku. Tak butuh waktu lama untuk aku jatuh terperangkap dan terkurung di hatinya. Enam bulan, bisa dibilang demikian. Ia adalah teman yg menyenangkan, mengasyikkan, hingga tanpa kusadari aku pun merasakan hal ini, hal dimana ego dan perasaan berperang. Aku luluh. Langit menjadi saksinya. Saksi disaat Mars dan Venus bersatu menjadi sepasang kekasih.

Aku adalah seorang Venus yg takut jatuh cinta. Apa itu cinta ? Aku tak tahu, dan sebisa mungkin tak mau tahu. Tapi dia adalah seorang Mars yg mampu menunjukkan bahwa cinta itu ada, dan ternyata rasanya indah untuk mencintai, apalagi dicintai. Hari-hari kulalui dengan semangat baru, bunga mawar di taman halaman rumahku tercium lebih wangi dari biasanya, gonggongan anjing kesayanganku tak lagi terasa mengganggu, dan tugas-tugas sekolahku tak lagi terasa banyak. Aku tahu ini klasik. Tapi aku tak berlebihan, dengan adanya Mars memang begitulah hari-hariku. Jatuh cinta memang menyenangkan.

Namun, bukan hidup namanya jika tak ada kejutan. Aku sengaja tidak memberitahu kalian dari awal, karena sebenarnya aku sendiri tidak suka dengan fakta ini, fakta bahwa ia tidak tinggal disini bersamaku. Ya, Marsku tinggal jauh sekali dari rumahku. Jauhnya harus ditempuh berjam-jam dengan pesawat. Aku tak sanggup memberitahu kalian dimana ia berada. Duniaku dan dunianya adalah dunia yg sangat jauh berbeda. Dan disaat ketika ia harus pergi, aku hancur, hancur sehancur-hancurnya. Lama kepergiannya adalah enam bulan. Lagi. Ya, angka enam memang rupanya selalu menjadi sahabatku. Jika enam bulan awal perkenalan kami adalah masa-masa yg sangat menyenangkan, maka enam bulan kepergiannya ini menjadi masa-masa tersulitku.

Hari-hari sendiriku terasa sulit. Percaya padaku, menjalin kasih dengan dibatasi ruang dan perbedaan waktu tidaklah mudah. Bahkan terasa sangat tidak menyenangkan. Mars tidak ada saat Venus tersenyum. Mars tidak ada saat Venus menangis. Mars tidak ada saat Venus kesepian. Aku bukan lagi Venus yg sama seperti dulu. Aku bukan lagi Venus yg penuh dengan kepercayaan dan kobaran cinta. Aku bukan lagi Venus yg merasakan hadirnya sesosok pencuri hati. Aku adalah Venus yg kosong. Sama halnya dengan Mars. Ia bukan lagi Mars yg sama. Seiring berjalannya waktu, banyak hal yg kusadari berubah. Ia bukan lagi Mars yg membutuhkanku. Ia bukan lagi Mars yg selalu ada untukku. Ia bukan Mars yg sama seperti enam bulan awal perkenalanku dengannya. Semua telah berubah, namun aku tetap bertahan.

Intensitas komunikasi mulai menurun. Aku tak peduli dengan semua tetek-bengek yg ia ucapkan. Ujian katanya. Apa itu ujian. Persetan dengan ujian. Aku ingin Mars ku yg dulu, yg selalu meneleponku di awal kepergiannya. Dengan berkurangnya komunikasiku dengannya, aku semakin merasa jauh. Aku benci dengan ujiannya. Aku benci dia. Tak ada sekedar halo, ataupun menanyakan kabarku. Yg ada hanyalah sebuah sms berisi "lima hari lagi aku pulang."

Di hari Senin siang, sepulang dari sekolah, aura emosi meliputi diriku. Aku benci ujian. Kali ini bukan ujiannya, tapi ujianku. Aku tak mau ambil pusing lagi dengan ujianku tadi. Aku melangkah dengan gontai menuju kamarku. Mataku terpaku pada sesosok pria yg berada di depan pintu kamarku. Perutku bergejolak, ratusan, bahkan ribuan kupu-kupu menari-nari di perutku. Sesosok pria yg selama enam bulan ini kurindukan kini hadir tepat di depan mataku. Aku merasa lemas seketika itu juga. Sekali lagi ia berhasil mencuri hatiku, meyakinkan bahwa aku masih miliknya. Mars dan Venus kembali bersatu.

Kebersamaan Mars dan Venus tak berlangsung lama, kali ini giliranku yg harus pergi ke ibukota, demi menuntut ilmu. Kisah lama terulang kembali, Mars tak lagi ada untuk Venus. Entah mengapa, Mars seakan tidak peduli pada hubungan ini. Dan tepat di malam ini, hari Sabtu 17 Juli 2010, aku merasa kesepian. Banyak penyesalan yg terbersit di pikiranku. Aku ingin pulang, kembali ke masa dimana Mars dan Venus menghabiskan hari-harinya berdua. Tanpa batas ruang dan waktu. Aku lelah, tapi aku bertahan. Aku kangen. Aku ingin Mars dan Venus bersatu kembali.

Love,
Venus

4 comments:

Shella Tanzilia said...

Oohh........ How sweet....
I know how it feel...
'Aku' di sini sie Jejes atau saudaramu atau hanya sudut pandang cerita fiksi belaka? :p
hihii..

Jessica Grace Wibowo said...

Hahahah, thanks ! Ini beneran ttg saudara kok :P

Gilvina Gunardy said...

jejesss bagussss lohhh! ayo dong bikin novellll! gue bakal lsg ke gramed n beli novel lo, abis itu gue pulang lewatin rmh lo n minta tanda tangan. err foto bareng juga! :D

ciptanirmala said...

ciyeeegh... jadi inget first love juga nox, liat postingaku tentang first love si putih abu yax...follow nd komen balik juga yax...